Berkorban bukan dilihat dari nilai seekor kambing atau sapi, tetapi seberapa besar keikhlasan kita untuk berkorban bagi kemaslahatan (kebaikan) orang lain.
Untuk mengukur nilai keikhlasan akan lebih mudah: dengan bertanya kepada diri kita sendiri apakah kita bisa memberikan sebagian atau keseluruhan harta yang paling kita cintai untuk orang lain? Tentu pemberian itu diikuti dengan rasa senang, tanpa paksaan dan tanpa pamrih apapun.
Semoga korban kita diridhoi Allah SWT. Amin.
Pengorbanan tidak harus dengan uang atau materi, kambing, sapi etc.. juga tidak hanya pada waktu-2 tertentu.. kapan saja kita bisa berkorban atau menurut saya beramal, seorang guru dengan gaji pas-pasan akan berkurban dengan memberikan ilmunya untuk murid atau yang membutuhkan ilmu.. Seorang sahabat atau teman.. ditengah masalahnya sendiri masih mau berkorban dengan waktunya untuk mendengarkan masalah atau keluh kesah rekannya….
Tapi pengorbanan akan lebih bermakna bila yang kita beri adalah barang atau sesuatu yang kita cintai… yang akan terbayarkan dengan ucapan terimakasih atau sekedar senyum dari si penerima.. ya.. senyum.. kita senang dan bersyukur karena sipenerima tersenyum bahagia.. maka kita juga akan bahagia….
Ya Allah, Engkau yang Maha Membolak-balikan hati manusia
balikkan hati hambaMu yang tak pernah berSyukur ini
ke arah orang yang pandai menSyukuri nikmatMu…
Cheers…